Persaingan Pasar

8 11 2011

Sejatinya, manusia dilahirkan di muka bumi ini sebagai seorang kompetitor yang siap berkompetisi, Terbukti dari jutaan sel sperma yang ada, satu di antaranya berhasil menembus dinding ovum dan membuahinya. Hasil dari fertilisasi tersebut berkembang menjadi zigot, lalu embrio, dan sebuah bayi yang lahir ke dunia dan siap untuk kompetisi selanjutnya.
Demikian pula yang terjadi dengan pasar. Pasar dalam pengertian kekinian tidak hanya terbatas pada tataran geografis saja, yaitu sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli sehingga tercapailah sebuah kesepakatan harga. Namun, pesatnya perkembangan zaman telah melabrak batas ruang dan waktu tersebut sehingga arti pasar dapat menjadi lebih luas lagi, yaitu sebagai sebuah keadaan yang menggambarkan posisi penawaran dari para produsen dengan permintaan dari sisi konsumen bergerak saling mempengaruhi hingga bertemu pada satu titik keseimbangan (equilibrium) berupa harga pasar yang telah disepakati.
Mekanisme tersebut telah berlangsung berabad-abad dengan berbagai macam fenomena. Ada satu masa dimana pasar berjalan stabil dalam model persaingan sempurna (perfect competition), ada pula periode dimana pasar mengalami gangguan atau kegagalan (market failure).
Persaingan sempurna adalah model yang dianggap paling ideal oleh para ilmuwan ekonomi di seantero dunia ini. Model tersebut digambarkan berupa keadaan dimana dalam sebuah pasar terdapat banyak produsen, banyak produk yang diperdagangkan, banyak konsumen yang ingin membeli, dan harga yang benar-benar adil sebagai hasil dari mekanisme pasar tersebut. Dalam keadaan tersebut tidak ada satu produsen pun yang dapat mempengaruhi pasar dengan tindakan-tindakannya disebabkan ketatnya persaingan. Kesalahan strategi tentunya akan menimbulkan berkurangnya laba, bahkan kerugian dalam skala yang lebih besar.
Fenomena yang ideal tersebut nampak sulit terwujud. Hal ini disebabkan faktor-faktor pendukung tercapainya persaingan sempurna belum tergabung dan terkumpul secara utuh. Seperti fenomena banyaknya jumlah produsen yang tidak serta merta diikuti banyaknya jumlah konsumen dalam sebuah pasar. Ataupun banyaknya konsumen terkadang tidak membuat banyak produsen masuk ke dalam pasar tersebut. Bahkan, harga seringkali naik dan turun tanpa diduga, dan diluar perkiraan banyak pengamat.
Sebaliknya, yang banyak terjadi dan sering terjadi adalah fenomena market failure atau kegagalan pasar. Gagal di sini bukan berarti pasar ditutup atau dibubarkan. Namun, pasar berhasil melakukan efisiensi terhadap harga sehingga posisi tawar produsen tidak sesengit dalam model persaingan sempurna.
Terlepas dari ideal atau tidaknya pasar, produsen akan selalu berorientasi untuk meningkatkan pendapatan dengan meraup laba sebanyak-banyaknya dan menekan biaya produksi sekecil mungkin tanpa harus mengurangi kualitas produk yang dihasilkannya.
Terlebih lagi dengan keberadaan produsen lain yang juga mencari mencari keuntungan dalam pasar tersebut. Timbullah keinginan untuk menjadi lebih baik dari produsen lainnya. Mereka saling berlomba untuk berada di atas produsen lainnya. Keadaan dimana produsen saling berlomba dalam sebuah pasar itulah yang dinamakan persaingan.
Para ilmuwan ekonomi berbeda pendapat mengenai persaingan tersebut. Adam Smith yang dinobatkan oleh duna barat sebagai bapak ekonomi dunia beranggapan bahwa persaingan antar produsen tersebut adalah bentuk persaingan yang paling sempurna. Maka dari itu, segala gangguan dan hambatan yang menghalangi kesempurnaan tersebut harus dihilangkan. Seperti praktek monopoli dan kebijakan pengaturan harga oleh pemerintah, Itulah sebabnya mengapa beliau sangat menentang campur tangan pemerintah dalam sebuah mekanisme pasar.
Dalam perspektif Islam, Ibnu Taimiyah sangat menghargai arti penting harga yang terjadi karena mekanisme pasar yang bebas. Untuk itu, ia menolak segala campur tangan untuk menekan atau menetapkan harga karena akan mengganggu mekanisme pasar yang bebas. Sepanjang kenaikan atau penurunan permintaan dan penawaran disebabkan oleh faktor-faktor alamiah, maka dilarang dilakukan intervensi harga. Intervensi hanya dibenarkan pada kasus-kasus spesifik dengan persyaratan yang juga spesifik seperti adanya ikhtiar.
Berbeda dengan Ibnu Taimiuah, Ibnu Khaldun tidak mengajukan saran-saran kebijakan pemerintah untuk mengelola harga. Beliau lebih banyak memfokuskan pembahasan mengenai persaingan tersebut kepada faktor-faktor yang mempengaruhi harga.
Selepas krisis ekonomi dunia tahun 1936, teori pasar Smith dikritik secara tuntas oleh para ilmuwan ekonomi karena dianggap telah gagal dalam aplikasinya. Di antara pengkritik yang paling keras adalah John Maynard Keynes. Beliau menekankan perlunya campur tangan pemerintah dan menyatakan pula bahwa ekonomi bukan soal pasar belaka, namun faktor investasi dan pajak perlu mendapat perhatian yang serius. Atas gagasanya itulah beliau kemudian dikenal di dunia barat sebagai bapak moneter dunia. Walaupun sebenarnya jauh sebelum beliau lahir, Abu Yusuf dengan magnum opusnya, Al-Kharaj, telah lebih dulu menawarkan gagasan tersebut disamping persoalan pasar yang ada saat itu.
Tak ketinggalan pula Imam Ghazali yang identik dengan dunia Ushuluddin dan tasawuf menyelipkan pembahasan seputar persaingan dalam pasar tersebut dalam Ihya ‘Ulumuddin. Beliau tidak menafikan bahwa mencari keuntungan merupakan motif utama dalam perdagangan. Namun, ia memberikan banyak penekanan kepada etika dalam dunia bisnis, dimana etika ini diturunkan dari nilai-nilai Islam. Keuntungan yang sesungguhnya adalah keuntungan yang akan diperoleh di akhirat kelak. Ia juga menyarankan adanya peran pemerintah dalam menjaga kemanan jalur perdagangan demi kelancaran perdagangan dan pertumbuhan ekonomi.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: