Persahabatan Sejati

12 02 2010

PERSAHABATAN SEJATI

Apapun definisinya, persahabatan sejati selalu didasari pada rasa saling percaya, rasa saling menghormati, saling mendukung dan menerima perbedaan tanpa kepentingan pribadi. Jangan sia-siakan persahabatan yang dimiliki.

Persahabatan bukan saja masalah dengan siapa kita akan menghabiskan waktu. Tapi ini lebih pada sebuah kebutuhan jiwa. Bahkan perasaan cintapun tak akan muncul tanpa didasari persahabatan. Helen Keller pernah mengucapkan, “lebih baik berjalan dalam gelap bersama seorang sahabat daripada berjalan dalam terang sendirian”

Jangan pernah sepelekan sahabat. Karena temanlah satu saat kita bisa berjaya, dan karena teman pula satu saat kita bisa jatuh. Sahabat atau teman sejati, kata seorang teman adalah mereka dari siapa kita bisa percaya meminjam dan dipinjami uang. Sahabat, kata teman lain, adalah kepada siapa kita bisa menceritakan diri kita yang sesungguhnya. Sahabat adalah tempat curhat, alias curahan hati, tempat kita bisa merasa aman menampilkan “wajah” kita tanpa harus bertopeng. Pun tempat kita bisa merasakan perbedaan tidak menjadi masalah.

Apapun definisinya, persahabatan sejati harus selalu didasari pada rasa saling percaya, saling menghormati, saling mendukung dan penerimaan atas perbedaan dan tanpa kepentingan pribadi. Ada orang begitu pandai bergaul hingga seolah-olah ia memiliki sahabat dimanapun dia berpijak. Tapi nyatanya tak semua orang beruntung. Tak semua orang dengan mudah bisa menjalin persahabatan sejati hingga waktu lama. Sebenarnya mereka ini bukanlah orang yang gagal, karena masih sangat mungkin untuk mencoba lagi. Mungkin mereka hanya terlambat untuk belajar bahwa persahabatan bukanlahlah jual beli. Ketika kepentingan selesai, selesai juga persahabatan.

Dari situs friendship.com tertulis bahwa untuk menemukan sahabat sejati Anda membutuhkan waktu untuk mengujinya. Sadarilah bahwa sahabat karib tidak harus memiliki kesamaan dalam segala hal. Memang dalam beberapa hal Anda membutuhkan persamaan. Misalnya dalam hal minat buku, musik atau film.

Tetapi perbedaan dalam persahabatan sesungguhnya adalah anugerah. Dengan perbedaan Anda akan dapat meluaskan dunia Anda. Untuk itu, jagalah diri Anda dari keinginan untuk menghakimi apapun pilihan teman Anda.

Menjadi teman yang baik juga mesti adu argumentasi sesekali. Sepasang sahabat tak harus terus menerus setuju akan hal yang sama. Meski tak semua orang menyukai kondisi ini, berdasarkan penelitian, adu argumentasi ternyata bisa menyehatkan. Selain bisa menggali pribadi teman Anda, lewat adu argumentasi Anda bisa menambah wawasan dan belajar tentang kesabaran.

Anda harus merasa nyaman berada di sekitar orang yang anda sebut sahabat. Karena tak jarang kita mendengar komentar seperti ini, “Aduh, aku sebenarnya tak suka dengan olok-oloknya tentang aku. Habis bagaimana lagi, dia kan sahabatku sejak SD”. Tapi benarkah ini yang disebut sebagai sahabat ?

Seorang teman akan mencintai tanpa syarat. Sesekali mungkin seorang sahabat akan marah. Tapi bukankah kemarahan adalah kondisi psikologis wajar. Seorang sahabat biasanya akan segera melupakan kemarahannya dan memaafkan sesegera mungkin Anda menyadari kesalahan yang terjadi. Jika saat ini Anda sedang marah pada sahabat Anda, ingatlah hal ini. Jangan sampai kemarahan Anda menghapuskan segala kesenangan yang biasanya Anda lalui bersama.

Anda percaya cinta pada pandangan pertama ? Sebenarnya hal ini juga terjadi pada persahabatan. Kita mungkin masih ingat saat kita baru bertemu dengan seseorang.

Perkenalan berjalan biasa saja. Lalu tanpa kita sadari kita terlibat dalam pembicaraan seru dengannya. Lucunya kadang kita merasa topik yang kita bicarakan seolah cuma kita yang tahu. Seolah tak seorangpun di dunia ini yang mengerti apa yang kita bicarakan. Setelah waktu 3 jam percakapan yang “heboh”, Anda harus berpisah. Anda kemudian saling bertukar nomer telepon, dan tak sabar untuk berbincang lagi dengannya. Nah, anda baru saja memulai persahabatan lewat pandangan pertama.

TEMAN ADALAH …………

• Tak memiliki teman, tak adil buat jiwa (Confusius, 551-497 BC, filsuf Cina)
• Nasib memilih hidupmu, kaulah yang memilih temanmu (Jacques Delile 1738-1813, sastrawan Perancis)
• Berkumpullah bersama orang-orang berkualitas baik jika kau menghargai reputasimu, untuk ini lebih baik sendiri daripada ditemani orang-orang yang buruk (George Washington, 1732-1799, Presiden Amerika I)
• Suka dan tak suka adalah hal yang sama, itulah persahabatan sejati (Sallust, 86-334 BC, sejarahwan Roma)
• Seorang teman yang setia sepadan dengan seratus kenalan (Euripides)
• Semua orang bisa simpati pada penderitaan seseorang, tapi dibutuhkan simpati yang alami pada kesuksesan siapapun di dunia (Eleanor Roosevelt)
• Jika kau menghakimi seseorang, kau tak akan punya waktu untuk mencintainya (Mother Teresa)
• Aku tak akan bicara tentang keburukan orang, dan bicaralah tentang kebaikan semua orang (Benjamin Franklin)
• Ketidak beruntungan akan menunjukkan siapa yang bukan teman sejati (Aristoteles)
• Jangan pernah melukai teman, bahkan dalam olok-olok (Cicero)
• Pikirkan kapan kejayaan seseorang dimulai dan berakhir. Dan katakan kejayaanku dimulai ketika aku memiliki teman (William Yeats)
• Duka cita bisa hilang dengan sendirinya, tapi untuk mendapatkan nilai penuhakan kesenangan, kau harus punya seseorang untuk memisahkannya (Mark Twain)
• Cermin terbaik adalah teman lama (George Herbert)
• Apakah teman itu ? Adalah sebuah jiwa dalam dua tubuh (Aristoteles)
• Terlambat sudah untuk belajar, seseorang harus menjaga temannya. Tak hakimi, menerima, percaya hingga akhir masa (John Boyle O’Reilly)
• Teman memiliki semua kesamaan (Plato)
• Tanpa teman, seseorang tak akan hidup meski ia memiliki segalanya (Aristoteles)
• Persahabatan tanpa kepentingan pribadi adalah hal yang langka dan terindah dalam hidup (James Francis Byrnes)
• Sesuatu yang paling indah yang bisa kita alami adalah hal yang misterius,sumbernya adalah seni, ilmu pengetahuan dan persahabatan (Albert Einstein kepada Baron Merenda)
• Segala cinta yang dibangun tanpa dasar persahabatan, bagaikan membangun istana di atas pasir (Ella Wheeler Wilcox)
• Dalam sahabat, kau temukan pribadi kedua (Isabelle nortono
• Tak akan aku lupakan saat bersamamu. Tetaplah jadi sahabatku, seperti kaumenemukan dirimu dalam diriku (Ludwig van Beethoven)
• Berjalan dalam gelap bersama seorang teman, lebih baik daripada berjalan dalam terang sendirian (Helen Keller)
• Komunikasi yang baik bereaksi bagaikan minum kopi, sangat sulit untuk tidur sesudahnya (Anne Morow Lindbergh)
• Pada akhirnya, yang kita ingat bukanlah perkataan musuh kita, melainkan diamnya sahabat kita (Marthin Luther King, JR)


Aksi

Information

One response

12 04 2010
hasbyborne

maaf aku ngambil kamut x…….makasih ya…………NITIGAMA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: