Tips Bila Pembantu Mudik Lebaran

22 09 2009

Sudah menjadi tradisi bila pembantu atau babysitter pulang kampung atau mudik saat lebaran datang. hal ini berarti semua pekerjaan rumah tangga harus dikerjakan sendiri selama beberapa hari, agar tidak kelelahan dan stres, berikut ada beberapa tips yang cukup berguna :

Bagi Tugas

Apabila anak anda sudah agak besar, libatkan mereka dalam pekerjaan rumah tangga, hal ini sekaligus berguna untuk melatih mereka mengenal dan melakukan pekerjaan rumah tangga, sehingga kedepan mereka bisa menjadi anak mandiri dan bertanggung jawab.

Susunlah pekerjaan rumah tangga yang kira-kira bisa dilakukan suami, istri dan anak-anak. misalnya, dipagi hari suami mencuci dan menjemur pakaian. sedang istri memasak dan mengurus anak.

Pekerjaan rumah tangga lain, seperti membersihkan rumah, menyapu, mengepel dan menyetrika bisa dilakukan pada malam hari, sepulang kerja misalnya. Diperlukan kesadaran dan kepekaan suami untuk membantu pekerjaan rumah tangga yang dilakukan istri, sedang bagi istri sendiri harus bisa mengkomunikasikan dengan baik bila membutuhkan bantuan suami.

Bila suami dan istri sama-sama bekerja, harus disadari bahwa keduanya telah capai setelah bekerja, karena itu jika tidak dapat melakukan pekerjaan rumah tangga dengan sempurna jangan saling memarahi.

Libatkan Keluarga Besar

Jika anak-anak masih kecil atau ada bayi, dan anda merasa kerepotan, komunikasikan kesulitan anda pada keluarga besar anda.

Jelaskan dengan baik bahwa anda membutuhkan bantuan mereka selama tidak ada pembantu. sehingga mereka tidak merasa keberatan. Misalnya mengajak kakek-nenek atau keponakan yang sudah remaja ke rumah untuk menjaga si kecil, atau titipkan saja si kecil di rumah mereka selama anda bekerja.

Jangan lupa bawa perlengkapan si kecil selama menginap. Dengan begitu saudara yang anda titipi tidak merasa direpotkan. Melibatkan keluarga besar juga bermanfaat untuk mempererat kekeluargaan dan mendekatkan anak-anak dengan saudara-saudaranya.

Jangan Panik dan Cemas

Kunci utama adalah kendalikan diri anda, jangan merasa panik dan cemas hanya karena tidak ada pembantu. karena kepanikan dan kecemasan justru akan membuat pekerjaan terbengkalai dan akhirnya stres. anggaplah kepulangan pembantu sebagai momen untuk lebih mendekatkan diri dengan anggota keluarga yang selama ini sering ditinggalkan.

Jangan Terlalu Sering Berganti Pakaian

Bila sering berganti pakaian, bisa-bisa suami atau siapa pun yang bertugas mencuci pakaian akan marah-marah, karena cuciannya jadi banyak.

Selain itu, usahakan tidak memakai pakaian yang berlapis-lapis dan pilihlah pakaian yang berbahan sederhana yang tidak sulit mencucinya atau menyeterikanya.

Cari Pembantu Pengganti

Jika memang tidak mampu mengerjakan semua sendirian, sewalah pembantu harian yang bekerja mulai pagi hingga sore tanpa perlu menginap. satu hal yang perlu anda perhatikan adalah hati-hati ketika memilihnya. Pertimbangkan latar belakangnya agar anda merasa aman ia masuk ke dalam rumah tangga anda, jika pembantu tersebut juga bertugas menjaga si kecil, pilihlah pembantu yang bisa memahami keadaan si kecil.

Cuti Bergantian Dengan Suami

Bagi suami-istri yang sama-sama bekerja, jika memungkinkan mintalah waktu cuti bergantian supaya anak tetap ada yang menjaga, dan pekerjaan tidak terbengkalai.

Kapan dan berapa lama waktu cuti yang tepat untuk suami dan istri sangat bergantung pada peran masing-masing di tempat kerja. Misalnya, jika istri punya jabatan lebih tinggi dari suami, ia tentu hanya bisa mengajukan cuti lebi singkat ketimbang suami.

Atur Kepulangan Pembantu

Jika mempunyai pembantu lebih dari satu, aturlah kepulangan mereka. Pertimbangkan pemberian bonus bagi pembantu yang tidak pulang kampung saat Lebaran. Ini adalah bentuk penghargaan bagi pembantu yang mengorbankan waktunya untuk berkumpul bersama keluarga di desa, dan tetap memilih bekerja di rumah anda.

Timbun Bahan Makanan

Belilah bahan makanan, dan simpan di lemari es sebagai persediaan. Dengan begitu anda tidak akan kerepotan karena harus berbelanja setiap hari. agar makanan tahan lama, perhatikan hal-hal berikut.

* Pilihlah bahan makanan yang betul-betul baik (Segar dan tidak busuk). Misalnya kentang, pilihlah yang tidak berlubang dan tidak mengandung ulat. sedang untuk ikan pilihlah yang masih kenyal.
* Simpan sayuran atau daging dalam wadah kedap udara. karena masuknya udara membuka peluang tumbuhnya mikroba yang merusak makanan.
* Khusus untuk daging, ayam atau ikan, akan lebih praktis bila disimpan setelah dibumbui.
* Simpanlah sayuran di dalam lemari pendingin, di tempat khusus untuk menyimpan sayuran.
* Bahan makanan kering, seperti kerupuk, emping, abon, kacang atau makaroni, sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup rapat dan disimpan di lemari yang tidak lembab.

Sumber : http://www.artiku.com


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: